Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

29 Maret 2011, Selasa –> Pertemuan ke-6

Diskusi Kelompok 5

Kriptografi Asimetris

Pada sistem kriptografi ini digunakan algoritma asimetris yaitu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Kunci yang digunakan yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh dipengguna.

Kelebihan :

– Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik.

– Masalah manajemen kunci yang lebih baik

– Hanya kunci privat yang perlu dijaga kerahasiaannya.

– Dapat digunakan untuk mengamankan pengiriman kunci simetri

Kelemahan :

– Enkripsi dan dekripsi data umumnya lebih lambat daripada sistem simetri

– Ukuran ciphertext lebih besar daripada plaintext

– Ukuran kunci relatif lebih besar daripada ukuran kunci simetri

– Tidak ada algoritma kunci-publik yang terbukti aman

Aplikasi Kriptografi Kunci-publik :

1. Enkripsi/dekripsi

Contoh algoritma : RSA, Knapsack, Rabin, ElGamal.

2. Digital Signatures

Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal, GOST.

3. Pertukaran kunci (key exchange)

Contoh algoritma : RSA, Diffie-Hellman.

Diskusi Kelompok 6

MD5 (Message-Digest Algorithm 5)

MD5 adalah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128 bit. MD5 digunakan untuk aplikasi keamanan dan untuk melakukan pengujian integritas sebuah file.

Langkah pembuatan MD5 :

1. Penambahan bit-bit pengganjal –> pesan ditambah dengan sejaumlah bit pengganjal sedemikian sehingga panjang pesan kongruen dengan 448 modulo 512. Panjang bit pengganjal adalah antara 1 sampai 512.

2. Penambahan Nilai Panjang Pesan –> pesan yang telah diberi bit-bit pengganjal ditambah lagi dengan 64 bit yang menyatakan panjang pesan semula. Maka panjang pesan sekarang menjadi kelipatan 512 bit

3. Inisialisasi Penyangga MD –> MD5 membutuhkan 4 buah penyangga masing-masing panjangnya 32 bit. Keempat penyangga ini menampung hasil antara dan hasil akhir

4. Pengolahan pesan dalam blok berukuran 512 bit –> pesan dibagi menjadi x buah blok yang panjangnya masing-masing 512 bit. Setiap blok 512 bit diproses bersama dengan penyangga MD menjadi keluaran 128 bit. Proses ini disebut dengan proses HMD5

Cara Kerja MD5

MD5 mengolah blok 512 bit dibagi kedalam 16 subblok berukuran 32 bit. Keluaran algoritma diset menjadi 4 blok yang masing-masing berukuran 32 bit yang setelah digabungkan akan membentuk nilai hash 128 bit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: