Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

15 Maret 2011, Selasa –> Pertemuan ke-4

Diskusi Kelompok 1

Subsitusi Cipher dan Shift Cipher

Subsitusi Cipher merupakan algoritma kriptografi klasik yang pada prinsipnya adalah penggantian sebuah atau lebih huruf pada plaintext dengan aturan tertentu. Aturan tersebut bergantung cara proses enkripsi dan dekripsi. 4 istilah dalam subsitusi cipher adalah :

  1. Monoalphabet –> mengganti satu karakter pada plaintext menjadi satu karakter pada plaintext menjadi satu karakter pada ciphertext dengan aturan tertentu
  2. Polyalphabet –> cipher subsitusi ganda yang melibatkan penggunaan kunci yang berbeda.
  3. Monograph –> menggantikan satu karakter pada plaintext menjadi satu atau lebih karakter pada ciphertext.
  4. Polygraph –> menggantikan sebuah blok karakter dengan sebuah blok ciphertext
Contohnya yaitu algoritma Caesar Cipher yang secara garis besar hampir sama dengan ROT13 tetapi pada ROT13 pergeseran abjad sebanyak 13 dan huruf nya dimulai lagi pada abjad 14 yaitu ‘N’. Pada Caesar Cipher ini jumlah pergeseran disebut kunci. Sesuai dengan kunci maka sebanyak jumlah pergeseran itulah kita akan mengganti posisi huruf  awal dari alphabet.
Pada skema di atas dapat dilihat huruf ‘A’ menunjuk huruf ‘D’. Ini berarti kunci yang digunakan adalah 3. Karena posisi awalnya dimulai dari huruf ke-4 yaitu ‘D’.
Pada perkembangannya algoritma Caesar Cipher yang monoalphabet bisa menggunakan cara polialphabet dengan kunci yaitu merupakan sebuah kata atau kalimat. Kata atau kalimat yang dijadikan kunci dirubah menjadi kata yang tidak memiliki huruf yang berulang dan panjang kata kunci ditambah dengan huruf-huruf lain dalam abjad alphabet secara berurut sampai berjumlah 26.
Contohnya,
plaintext : YOSSI HANIFA HUSNA
kunci : MUTIARAPUTIH –> hilangkan huruf yang berulang menjadi –> MUTIARPH
plaintext    : Y  O  S  S   I    H  A   N  I  F  A   H  U  S  N  A
ciphertext : Y  J  O  O  B   H  M  G  B  R  M   H  S  O  G  M
Shift Cipher merupakan generalisasi dari sandi Caesar yaitu tidak membatasi pergeseran sebanyak  tiga huruf. Jadi ada 26 kunci pergeseran yang bisa digunakan. Teknik dari subsitusi shift cipher dengan modulus 26 memberikan angka ke setiap alphabet.
Kunci yang digunakan pada alagoritma cipher ini adalah berupa angka karena plaintext yang akan dienkripsikan akan di konversi ke dalam angka terlebih dahulu.
Contoh :
Plaintext  : Y  O  S  S  I  H  A  N  I  F A  H  U  S  N  A
                       24  14  18  18  8  7  0  13  8  5  0  7  20  18  13  0
Kunci : 10
Langkah :
– Setiap huruf pada plaintext yang telah dikonversi ke dalam angka + dengan kunci, jika hasil penjumlan > 26 maka hasil penjumlahan mod 26 atau dikurang 26.
   
– Maka didapat angka sebagai berikut :
  8  24  2  2   18   17   10  23  18  15  10  17  4  2  23  10
– Lakukan konversi dari angka menjadi huruf lagi :
  8  24  2  2  18   17   10  23  18  15  10  17  4  2  23  10
   I   Y   C   C    S      R     K     X    S     P    K    R    E  C   X     K
– Ciphertext dari ‘YOSSIHANIFAHUSNA‘ –> ‘IYCCSRKXSPKRECXK

Diskusi Kelompok 2

Vigenere Cipher dan Hill Cipher

Vigenere Cipher adalah salah satu bentuk subsitusi cipher abjad majemuk yaitu mengubah plaintext dengan kunci tertentu biasanya berupa sebuah kata atau kalimat yang berulang sepanjang plaintext sehingga didapatkan ciphertext. Untuk pengekripsian dan pendekripsiannya, vigenere cipher memerlukan sebuah tabel yang disusun dari alphabet A..Z pada baris pertama dan pada baris keduanya terjadi satu kali pergeseran, sedangkan pada baris ketiganya terjadi dua kali pergeseran dan seterusnya hingga terjadi 25 kali pergeseran.

Pada Vigenere Cipher ini diperlukan kunci berupa kata, dengan syarat panjang kata kunci = panjang pesan/plaintext. Misal kata kunci yang digunakan adalah BLOG. Maka untuk mengekripsi sebuah plaintext YOSSIHANIFAHUSNA yang berjumlah 16 huruf, kata kunci BLOG akan diulang sampai berjumlah 16 karakter –> BLOGBLOGBLOGBLOG

Menggunakan tabel ekripsi dan dekripsi pada Vigenere cipher maka didapat ciphertextnya yaitu ‘ZZGYJSOTJQONVDBG

Hill Cipher merupakan salah satu kriptosistem polyalphabetic yang artinya setiap karakter alphabetik bisa dipetakan ke lebih dari satu macam karakter alphabet. Kunci yang digunakan dalam Hill Cipher ini adalah sebuah matriks yang invertible. Semakin besar suatu matriks kunci maka semakin kuat juga segi keamanannya. Sedangkan plaintext terlebih dahulu dikonversi ke dalam angka menggunakan tabel di bawah ini :

Contohnya :

Matriks Kunci : 

Plaintext : ‘JULY’

Matriks kunci adalah matriks 2×2 maka plaintext dibagi menjadi dua elemen sehingga dapat dikalikan dengan matriks nantinya. ‘JULY’ –> (J U) = (9 20); (L Y) = (11 24);

Rumus yang digunakan adalah : Ciphertext = Kunci x Plaintext

Ciphertext = dan Karena hasilnya tidak dapat dikonversikan langsung menjadi huruf maka kita akan mod-kan dulu : dan Jadi didapatkan ciphertext dari plaintext ‘JULY’ adalah ’25 11 1 19′ atau ‘ZLBT’

1 Comment (+add yours?)

  1. darus
    Nov 30, 2011 @ 21:56:14

    LHLIY GVRAV OTQP AJG UBZTQ GZNH KWTN
    ini artinya apa ni boz?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: